D4 Bidan Pendidik

Minggu, 12 Juni 2016

MAKALAH PENERAPAN TEORI JEAN BALL


BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
 Sejarah menunjukan bahwa bidan adalah salah satu profesi tertua di dunia sejak  adanya peradaban umat manusia. Bidan muncul sebagai wanita terpercaya dalam mendampingi dan menolong ibu yang melahirkan. Peran dan posisi bidan di masyarakat sangat dihargai dan dihoramati karena tugasnya yang sangat mulia, memberi semangat, membesarkan hati, mendampingi, serta menolong ibu yang melahirkan sampai ibu dapat merawat bayinya dengan baik. Dalam lingkup dunia kebidanan dikenal berbagai teori-teori yang mendasari praktek para bidan-bidan tersebut. Diantara teori-teori tersebut adalah Teori Reva Rubin, teori Ramona Mercer, teori Ernestine Weidenbech, teori  Ela Joy Lerchman dan Morten, serta teori Jean A.Ball. Teori-teori tersebut diajarkan pada semua sekolah kebidanan di Indonesia agar para bidan memiliki pengetahuan dan mengaplikasikan teori-teori tersebut dalam membantu kliennya. Pemberian materi tentang teori-teori tersebut sangatlah penting dan perlu dipahami benar tentang teori-teori tersebut. Agar disaat bekerja nanti para bidan memiliki titik acuan dalam membantu semua kliennya dan dapat menyelesaikan semua kasus atau semua masalah yang dihadapi selama melakukan tugasnya sebagai seorang bidan. Seorang bidan dituntut untuk mampu membantu semua wanita dalam segala masalahnya. Mulai dari mempersiapkan mental dan fisik seorang wanita dalam menghadapi peran barunya sebagai seorang ibu dan menyelesaikan masalah-masalah yang timbul saat remaja dan bayi. Pendalaman tentang teori-teori ini akan sangat berguna bagi bidan itu sendiri dan untuk wanita wanita yang menjadi partner kerjanya itu. Teori teori tersebut akan dibuktikan kebenarannya oleh bidan itu sendiri ketika dia melakukan tugasnya.

B. RUMUSAN MASALAH
Dari latar belakang di atas maka rumusan masalah yang didapat adalah :
a.       Apa pengertian dari teori Jean Ball ?
b.      Apa saja tujuan dari penerapan teori Jean Ball ?
c.       Apa hipotesa yang didapat dan teori Jean Ball ?
d.      Bagaimana tahap pada pembagian teori Jean Ball ?
e.       Apa saja elemen pembentuk teori Jean Ball ?
f.       Bagaimana konsep teori Jean Ball ?

C. TUJUAN
1.      Tujuan umum
-          Untuk menambah pengetahuan tentang adanya teori Jean Ball dalam dunia kebidanan.
2.      Tujuan khusus
Tujuan khusus dalam menuyusun makalah ini adalah untuk dapat mengetahui :
o   Pengertian teori Jean A.Ball
o   Tujuan teori Jean A.Ball
o   Hipotesa Jean A.Ball
o   Pembagian teori Jean A.Ball
o   Elemen pembentukan teori kursi goyang
o   Konsep teori Jean A.Ball
D. MANFAAT
Agar individu khususnya bidan dapat mengenal dan memahami lebih dalam dunia kebidanan melalui beberapa teori-teori yang ada dengan salah satunya teori Jean A.Ball.


BAB II
PEMBAHASAN
Jean Ball - Teori kursi Goyang  (Deck-Chair Theory) tentang kesejahteran emosional maternal
A. Pengertian Teori  Jean Ball
Teori Jean Ball adalah dasar pemikiran menurut penelitian yang bernama Jean  Ball, seorang “midwife” (bidan) dari british. Beliau melakukan risetnya secara  intesif terhadap kebutuhan wanita pada masa postnatal, dan konsekuensinya bagi wanita yang mendapat asuhan dari berbagai unit pelayanan.
Teori ini mengemukakan tentang keseimbangan emosional itu, yang diibaratkan pada kursi “goyang” (Deck-Chair Theory). Teori ini sering disebut kursi goyang karena tingkat emosional seorang ibu harus berada pada titik seimbang (stabil) sehingga mirip dengan kursi goyang dimana beban harus seimbang pada titik tumpu, karena jika tidak kursi akan condong ke arah yang memiliki beban yang berat, begitu juga dengan pengendalian emosional seseorang.
Tujuan penelitian ini adalah Agar ibu mampu melaksanakan tugasnya sebagai ibu secra fisik maupun psikologis. Psikis dalam hal ini tidak hanya pengaruh emosional tapi juga proses emosional agar tujuan akhir memenuhi kebutuhan untuk menjadi orangtua terpenuhi. Kehamilan persalinan dan masa postpartum adalah masa mengadopsi peran baru, sehingga bagi wanita yang baru menjadi ibu sangat membutuhkan  arahan-arahan dan bimbingan dari bidan tentang tindakan-tindakan yang harus diambil maupun tindakan-tindakan yang harus dihindari demi keselamatan ibu dan anak. Dalam hal ini dukungan dari suami dan keluarga diperlukan demi psikologis (kejiwaan) seorang ibu. 
3
ELEMEN PEMBBENTUK TEORI KURSI GOYANG
Ball mengemukakan teori kursi goyang yang dibentuk 3 (tiga) elemen yaitu :
1.      Pelayanan Maternitas
Bidan berkewajiban memberikan peralatan kesehatan kepada remaja putri, ibu masaa hamil, bersalin, nifas, bayi baru lahir, balita dan wanita menopouse. Dalam memberikan asuhan kebidanan bidan harus mempertanggung jawabkan semua tindakan klinis yang diambil dan harus melaksanakkan tanggung jawab tersebut yang meliputi tugas bidan sebagai pelaksanaan, pengelola, pendidik, peneliti, dll .
Contoh Pelayanan Maternitas yakni seorang bidan memberikan pelayanan yang baik kepada ibu berupa asauhan kebidanan yakni memberikan konsultasi kepadda ibu agar ibu mampu melatih menyeimbangkan emosionalnya dalam mempersiapkan dirinya menjadi orangtua.
Contoh tugas bidan sebagai pelaksana : Bidan mendatangi rumah ibu yang selesai melahirkan dan mengawasi hal-hal yang dilakukan ibu hamil sehingga ibu tidak salah dalam menangani anaknya dan ibu dapat mengendalikan rasa emosionalnya.
Contoh tugas bidan sebagai pengelola : Bidan sebagai pengelola mampu mengelola emosional ibu, dapat memberi jalan keluar dalam mengatasi problem-problem yang ibu alami (jalan keluar dalam mengelola emosional ibu dalam mengurus anaknya).
Contoh tugas bidan sebagai pendidik : Bidan memberikan konsultasi kepada ibu tentang cara menyeimbangkan emosional terhadap mengendalikan emosinya dalam mengurusi anak.
Contoh tugas bidan sebagai peneliti : Bidan melihat dan mengevaluasi apakah ibu sudah mampu mengurusi anaknya tanpa terganggu hal-hal yang dapat menimbulkan gangguan emosionalnya sendiri, jika ibu belum mampu maka bidan memberi cara –cara yang lain sehingga ibu mampu mengendalikan emosionalnya sendiri.
2.      Pandangan Masyarakat Terhadap Keluarga
Pandangan masyarakat terhadap suatu keluarga sangat mempengaruhi perkembangan dan tingkat harga diri anggota keluarga tersebut. Jika pandangan masyarakat baik terhadap keluarga maka secara otomatis penerus keluarga juga akan mendapatkann nama baik dalam pandangan masyarakat, selama si anak tidak melanggar norma-norma masyarakat.
Contohnya yakni jika ada seorang ibu yang melahirkan diluar nikah dan mempunyai anak diluar nikah maka ibu, suami dan anaknya itu dicap melakukan perzinaan sehingga  itu dapat membuat ibu stress dan mengganggu emosionalnya. Namun jika seorang ibu yang melahirkan didalam perkawinan yang sah dan mempunyai anak maka ketika warga masyarakat melihat keluarga tersebut turut bahagia karena telah lahir anak didalam keluarga tersebut serta keluarga tersebut mendapat cap yang baik  
dari masyarakat setempat sehingga dari pandangan masyarakat itu ibu mendapatkan masukan-masukan positif untuk ibu maupun keluarga, dan membangun emosional ibu menjadi lebih baik.
3.      Sisa penyangga atau support terhadap kepribadian wanita
Agar ibu mampu melaksanakan tugasnya sebagai ibu baik fisik maupun psikologis. Contohnya seorang ibu membutuhkan dukungan dari suaminya dalam masa penyesuaian serta masa persiapan menjadi orang tua, suami dapat mengerjakan pekerjaan dikantor sedangkan ibu yang bekerja dikantor dapat mengambil cuti dan mengurusi anaknya dengan begitu emosional ibu dapat terkontrol karena hanya memusatkan perhatian kepada anaknya dan tidak mengurusi pekerjaan.
Teori Jean Ball :
1.      Teori perubahan
2.      Teori stres, coping dan support
3.      Teori dasar

Tujuan teori Jean Ball :
Tujuan asuhan maternis agar seorang wanita mampu melakukan tugasnya sebagai ibu, baik fisik maupun psikologis. Psikologis dalam hal ini tidak hanya pengaruh emosinal tetapi juga proses emosional agar tujuan akhir memenuhi kebutuhan menjadi orang tua terpenuhi. Kehamilan, persalinan dan masa postpartum adalah masa mengadopsi peran baru, sehingga bagi wanita yang baru menjadi ibu sangat membutuhkan arahan- arahan dan bimbingan dari bidan tentang tindakan – tindakan yang harus dihindari demi keselamatan dan kesehatan ibu dan anak. Dalam hal ini dukungan dari suami dan keluarga sangat diperlukan demi psikologis atau kejiwaan seorang ibu.

Hipotesa teori Jean Ball :
Menurut Jean Ball respon emosional wanita terhadap perubahan yang terjadi bersamaan dengan kelahiran anak yang mempengaruhi personality seseorang dan dukungan yang berarti, mereka mendapatkan sistem keluarga dan sosial. Ibu sebagai penerus keturunan dan pendidik utama dalam keluarga sangat mempengaruhi perkembangan anak. Seorang anak yang dibesarkan dalam asuhan keluarga yang baik, ketika ia berinteraksi dilingkungan masyarakat maka ia akan terbiasa dengan perilaku yang baik pula.
Persiapan yang sudah di antisipasi oleh bidan dalam posnatal atau sesudah melahirkan anak akan mempengaruhi respon emosional wanita dalam perubahan yang di alaminya pada proses kelahiran anak. Oleh karena itu asuhan kebidanan harus diberikan kepada seluruh individu, kelompok, dan masyarakat secara profesional baik pelayanan tersebut secara mandiri, kolaborasi ( kerjasama melebihi dari beberapa orang ) maupun merujuk ke sistem yang lebih tinggi.

Faktor yang mempengaruhi keseimbangan emosional menurut Jean Ball :
a.       Perasaan rendah diri sehubungan dengan pandangan negatif akibat menyusui
b.      Seseorang tidur selama di rumah sakit
c.       Nasihat jika terjadi konflik

Faktor yang mempengaruhi kebahagiaan ibu menurut Jean Ball :
a.       Presepsi dan dukungan keluarga pada hari kelahiran
Contohnya : suami mendampingi istrinya dalam proses kelahiran anak mereka dengan begitu ibu merasakan ada dukungan yang kuat dari suaminya dan dengan begitu pula sang ibu dapat menjalani proses kelahiran dengan aman ( kurangnya rasa sakit akibat dukungan dari suami )
b.      Rasa percaya diri ibu
Contohnya : ibu berani dalam memandikan anaknya, dengan begitu sang ibu sudah mampu meningkatkan rasa percaya dirinya dalam mengurusi anaknya
c.       Skala kecemasan
Contohnya : bidan memberikan asuhan kebidanan kepada ibu agar ibu tidak terlalu cemas dalam masa postpartumnya nanti dan seorang ibu mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan sehingga kecemasan yang pernah ada dalam pikirannya bisa berkurang.
d.      Mendukung pemberian ASI
Contohnya : bidan memberikan asuhan kepada ibu tentang cara memberi ASI yang baik dan benar, bidan memeberi petunjuk dalam menyusui sehingga ibu tidak salah dalam menyusui anaknya
e.       Semua lingkungan mendukung
Contohnya : masyarakat memiliki pandangan yang baik terhadap keluarga dengan begitu ibu akan merasakan dukungan yang baik dari masyarakatnya serta ibu dapat mendidik anaknya menjadi anak yang baik nantinya
f.       Rencana asuhan ibu
Contohnya : bidan memberikan asuhan kepada ibu yang telah melahirkan yakni bidan memberikan saran kepada ibu agar anaknya diberi imunisasi
g.      Pemantauan ibu pada tingkat perkembangan bayi
Contohnya : ibu membawa bayinya ke puskesmas untuk mengetahui berat badan bayinya
  
Pembagian teori Jean Ball :
Teori Jean Ball mencangkup tiga kategori :
·         Teori perubahan
Perubahan mental ibu sebelum dan sesudah menjadi ibu akan jelas terlihat dalam kehidupan baik itu secara fisik maupun psikologis si ibu.
Secara fisik dapat dilihat pada perubahan bentuk tubuh setelah melahirkan anak. Sedangkan secara psikologis misalnya dalam pematanganan mental ( pendewasaan sikap ) setelah melahirkan ( postpartum )
·         Teori stres, coping dan support
Tingkat emosional sangat mempengaruhu mental ibu, oleh karena itu dukungan atau support dan motivasi dari keluarga terhadap perubahan – perubahan yang timbul yerutama perubahan yang bersifat positif, support dari orang – orang terdekat si ibu sangat diperlukan untuk menghindari stres, depresi, postpartum dan dampak – dampak negatif lainnya
·         Teori dasar
Konsep dasar untuk menjadi seorang ibu meliputi berbagai aspek di antaranya :
Ø  Butuh persiapan jasmani dan rohani
Ø  Dukungan dari pihak keluarga

Konsep teori Jean Ball
·         Woman / wanita
Jean Ball memusatkan perhatiannya terhadap perkembangan emosional, sosial, psikologis wanita dalam proses melahirkan. Contohnya, bidan dan suami memberikan dukungan kepada ibu yang melahirkan sehingga ibu merasakan bahwa ia mendapat perhatian dan kasih sayang dan dengan begitu ibu mendapatkan kepercayaan dirinya dalam melakukan proses persalinan.
·         Healt / kesehatan
Contohnya bidan memberikan asuhan pada ibu tentang hal – hal apa saja yang perlu disiapkan ketika menjadi ibu, bidan memberitahu itu agar ketika anaknya lahir ibu langsung memberikan ASI .
·         Midwifery / kebidanan
Contohnya bidan harus lebih belajar dan mencari referensi dari buku – buku tentang persiapan menjadi orang tua. Bidan mempelajari bagaimana ibu dapat meneyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru ( sudah mempunyai anak )
·         Self / peran
Contohnya bidan memberikan keyakinan kepada ibu hamil bahwa ibu dapat mengurusi anaknya dengan memberi ASI secara rutin dan teratur kepada anaknya
Aplikasi teori Jean Ball
Ø  Dahulu posisi ibu daat melahirkan terlentang tetapi sekarang ini posisi ibu saat melahirkan senyaman ibu. Agar memberikan rasa kenyamanan psikologis bagi ibu.
Ø  Keluarga memberikan dukungan terutama ibu yang pertama kali melahirkan agar siap secara mental menjadi seorang ibu dan membantu ibu menyesuaikan diri dengan rutinitas baru pasca melahirkan.
Ø  Bidan memberikan asuhan pada ibu pada masa postnatal
Ø  Bidan memberi dukungan mengenai rasa percaya diri ibu terhadap menyusui pada tujuhh hari pertama.
Ø  Bidan memberikan pengertian pada ibu agar ibu tidak takut atau khawatir dengan perubahan fisik pada tubuh ibu.
Ø  Bidan mendukung dan membantu ibu agar yakin menjalankan peran sebagai seorang ibu.


BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
§  Kesejahteraan wanita setelah melahirkan sangat tergantung pada personality atau kepribadian, sistim dukungan pribadi dan dukungan datri pelayanan maternitas.
§  Persiapan yang dilakukan bidan pada masa postpartum akan mempengaruhi respon emosional wanita terhadap perubahan akibat proses kelahiran tubuh.
§  Dalam teori Jean Ball mengemukakan tentang keseimbangan emosional ibu yang diibaratkan kursi goyang.
§  Wanita yang boleh dikatakan sejahtera setelah melahirkan sangat bergantung kepada kepribadiannya, sistem dukungan pribadi, dan dukungan yang dipersiapkan pelayanan kebidanan.

SARAN

Demikianlah makalah yang kami buat semoga dapat bermanfaat bagi pembaca, apabila ada saran dan kritik yang ingin disampaikan silahkan sampaikan kepada kami. Apabila ada terdapat kesalahan mohon dapat memaafkan dan memaklumi

PENGARUH ASPEK KETAHANAN NASIONAL TERHADAP KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA



1.      Pengaruh Aspek Idiologi
Ø  Idiologi adalah cita-cita suatu bangsa yang bersifat tetap yang harus dicapai sehingga merupakan suatu dasar, pandangn, atau paham.
Ø  Idiologi negara pada dasarnya merupakan asas kerohanian suatu bangsa yang memiliki ciri sebagai berikut:
a.      Mempunyai derajat yang tertinggi sebagai nilai hidup kebangsaan dan kenegaraan.
b.      Perlu dilestarikan kepada generasi berikutnya.
Ø  Di dunia ini terdapat 4 (empat) idiologi yang saling berpengaruh, yaitu;
a.      Idiologi liberalisme Ã  rasio Ã  individu
b.      Idiologi Komunisme Ã  makhluk sosial Ã  Atheis
c.       Idiologi Keagamaan Ã  berbasis agama
d.      Idiologi Pancasila Ã  digali dari adat istiadat, budaya bangsa
Ø   Strategi pembinaan idiologi
A. Aktualisasi idiologi secara kongkrit harus diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
B.  Aktualisasi fungsi idiologi sebagai alat pemersatu bangsa harus ditanamkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
c. Idiologi dikembangkan ke arah idiologi terbuka dan dinamis yang mampu mengantisipasi perkembangan zaman, IPTEK, peradaban, serta dinamika masyarakat.
D. Senantiasa menanamkan dan memantapkan persatuan dan kesatuan bangsa yang bersumber pada asas kerohanian idiologi Pancasila.
E.  Meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan sungguh-sungguh.
 F. Menanamkan idiologi Pancasila pada generasi penerus bangsa.
GMenumbuhkan sikap positif warga negara dan memotivasi untuk membangun negara.
2.      Pengaruh Aspek Politik
Ø  Ketahanan politik adalah kondisi dinamis suatu bangsa yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan potensi nasional menjadi kekuatan nasional sehingga dapat menangkal dan mengatasi segala kesulitan dan gangguan yang dihadapi oleh negara baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri.
Ø  Pengertian politik
a.      Politik : sarana atau usaha untuk memperoleh kekuasaan dan dukungan dari masyarakat dalam melakukan kehidupan bersama.
b.      Politik : suatu rangkaian kegiatan atau cara-cara yang dilakukan untuk mencapai suatu tujuan yang dianggap baik.
Ø  Untuk mewujudkan ketahanan politik perlu dilaksanakan;
a.      Menempatkan secara proporsional kedaulatan rakyat di dalam kehidupan negara.
b.      Memfungsikan lembaga-lembaga negara sesuai dengan konstitusi.

c.       Menegakkan keadilan sosial dan keadilan hukum.
d.      Menciptakan situasi yang kondusif dalam arti memelihara dan mengembangkan budaya politik.
e.      Meningkatkan budaya politik dengan melaksanakan hak dan kewajiban.
f.        Memberikan kesempatan yang optimal kepada saluran-saluran politik untuk memperjuangkan aspirasinya secara proporsional.
g.      Pelaksanaan politik luar negeri yang bebas  aktif secara konkrit.
h.      Meningkatkan citra positif bangsa.
3.      Pengaruh Aspek Ekonomi
Pada era global suatu negara tidak mungkin menutup diri dari system perekonomian dunia. Untuk itu perlu upaya mewujudkan ketahanan ekonomi sebagai berikut;
a.      Sistem ekonomi Indonesia diarahkan untuk dapat mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan yang adil dan merata di seluruh wilayah Indonesia.
b.      Melaksanakan ekonomi kerakyatan (menghindari persaingan bebas, negara mendominasi ekonomi, monopoli).
c.       Struktur ekonomi yang seimbang antara pertanian, industri, dan jasa.
d.      Pembangunan ekonomi yang merupakan usaha bersama berdasar asas kekeluargaan.
e.      Pemerataan pembangunan dan pemanfaatan hasil-hasil pembangunan yang merata antar wilayah dan sektor.
f.        Tumbuhnya persaingan yang sehat dan dinamis antar usaha.
4.      Pengaruh Sosial Budaya
Ø  Bangsa Indonesia terdiri dari bermacam-macam etnis.
Ø  Ketahanan nasional bidang budaya adalah suatu kondisi dinamis sosial budaya suatu bangsa untuk mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan, permasalahan, gangguan, ancaman, serta hambatan baik dari dalam maupun luar negeri yang langsung maupun tidak langsung dapat membahayakan kelangsungan kehidupan sosial budaya bangsa dan negara Republik Indonesia.
Ø  Wujud ketahanan nasional bidang sosial budaya antara lain;
Kehidupan sosial budaya bangsa yang mampu membentuk dan mengembangkan kehidupan sosial budaya manusia dan masyarakat Indonesia yang beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa, rukun, bersatu, cinta tanah air, berkualitas, maju, dan sejahtera dalam kehidupan yang serba selaras, serasi, seimbang serta mampu menangkal penetrasi budaya asing yang tidak sesuai dengan kebudayaan nasional.
Ø  Bagaimana kondisi sosial budaya kita?
5.      Pengaruh Aspek Pertahanan dan Keamanan
Sesuai Pembukaan UUD 1945 bahwa negara memiliki tugas melindungi bangsa dan tanah air Indonesia. Maka bangsa Indonesia mengembangkan pertahanan dan keamanan dengan prinsip sebagai berikut;
a.      Bangsa Indonesia cinta damai tetapi lebih cinta kemerdekaan dan bersahabat dengan semua bangsa.
b.      Penyelenggaraan pertahanan keamanan dilandasi oleh nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, dan Wawasan Nusantara.
c.       Pertahanan keamanan negara merupakan suatu upaya nasional terpadu.
d.      Pertahanan keamanan diselenggarakan dengan Siskamnas.
Wujud ketahanan pada aspek pertahanan dan keamanan antara lain;
a)      Terciptanya keadaan siap siaga dalam upaya bela negara.
b)      Terwujudnya keadaan damai.
c)      Pembangunan pertahanan keamanan dimanfaatkan untuk perdamaian.
d)      Terlindunginya potensi nasional.
e)      Mengembangkan industri pertahanan keamanan dalam negeri.
f)       Pembangunan dan penggunaan kekuatan dan kemampuan pertahanan dan kemanan harus diselenggarakan oleh manusia yang berbudi lihur, arif, bijaksana, menghormati HAM, memaknai hakikat perang dan damai.

1. Praktik Mandiri/Primer
      Memungkinkan Bidan untuk menggunakan pengetahuannya ketrampilan, penilaian & wewenangnya dalam provisi/ ketentuan pelayanan kesehatan primer wanita sambil mempertahankan tg jawab untuk menajemen asuhan pasien sesuai dengan standar praktik ACNM untuk praktik bidan (ACNM, 1995)
         Pelayanan kebidanan Primer/mandiri: asuhan kebidanan yang diberikan kepada klien dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab bidan.

Praktik Mandiri :
         Tidak ditentukan tempat praktik/bekerja
         Hubungan atasan & pegawai
         Tidak diartikan sebagai kerja sendiri

2. Kolaborasi :
      Proses dimana profesi-profesi kesehatan memanage asuhan secara bersama (ACNM, 1995)
         Pelayanan kebidanan kolaborasi: asuhan kebidanan yang diberikan kepada klien dengan tanggung jawab bersama semua pemberi layanan yang terlibat (misl. Bidan, dokter dan/ atau tenaga kesehatan profesional lainnya).
         Bidan sbg anggota tim.

Tujuan Kolaborasi :
      Membagi wewenang dalam memberikan pelayanan yang bermutu dalam lingkup praktik profesional masing-masing

Kolaborasi yg sukses :
      “ Suatu cara berfikir & Berhubungan yang membutuhkan pengetahuan, komunikasi yang terbuka, saling menghargai & komitmen untuk memberikan pelayanan yang bermutu, saling percaya & kemampuan untuk membagi tanggung jawab.”

3. Rujukan :
      Proses dimana Bidan mengarahkan atau mengirimkan klien ke dokter atau profesi kesehatan lainnya untuk memanage masalah atau aspek tertentu dari klien itu (ACNM, 1995)

Sistem rujukan (Referral System) :
      “Suatu jaringan pelayanan kesehatan yang memungkinkan terjadinya penyerahan tanggung jawab secara timbal balik atas masalah yang timbul, baik vertikal maupun horisontal, secara rasional kepada yang lebih mampu “
        

           Pelayanan kebidanan rujukan: asuhan yang dilakukan dengan menyerahkan tanggung jawab kepada dokter, ahli dan atau tenaga profesional lainnya untuk mengatasi masalah kesehatan klien di luar kewenangan bidan dalam rangka menjamin kesejahteraan ibu dan anaknya.

Macam sistem rujukan :
         Rujukan Medik
         Rujukan Kesehatan

Rujukan Medik :
         Konsultasi penderita (diagnostik, pengobatan, tindakan operasi)
         Pengiriman bahan(specimen) laboratorium
         Mendatangkan/mengirimkan tenaga yang lebih kompeten/ahli

Rujukan Kesehatan :
         KLB (Kejadian Luar Biasa) mis. Timbulnya penyakit menular
         Terjadinya kelaparan akibat dari suatu kondisi/keadaan, mis. Banjir, gempa bumi dsb
         Terjadinya keracunan massal, mis karena gas, makanan, dsb
         Masalah lain yg menyangkut keadaan kesehatan masyarakat pd umumnya.

Sifat Rujukan :
         Intern antar petugas Puskesmas
         Antara Puskesmas Pembantu & Puskesmas
         Antara masyarakat & Puskesmas
         Antara Puskesmas dg Rumah Sakit, Laboratorium, & Instansi lain .

Asuhan Kebidanan Rujukan
         Asuhan kebidanan yang dilakukan oleh bidan dalam rangka rujukan ke sistem pelayanan yg lebih tinggi atau sebaliknya pelayanan yg dilakukan oleh bidan sewaktu menerima rujukan dari dukun yg menolong persalinan.

Setiap penolong persalinan harus mengetahui lokasi fasilitas rujukan yg mampu untuk menatalaksanakan kasus gawat darurat & bayi baru lahir seperti :
         Pembedahan (SC)
         Tranfusi darah
         Persalinan menggunakan ekstraksi vakum & cunam
         Pemberian antibiotik intravena
         Resusitasi bayi baru lahir & asuhan lanjutan
         Informasi pelayanan yg tersedia di tempat rujukan (biaya & waktu pelayanan, jarak tempuh rujukan)
         Pada saat ibu melakukan kunjungan antenatal, jelaskan tentang perlunya rencana rujukan apabila diperlukan.

Persiapan & informasi rencana rujukan :
         Siapa yg akan menemani ibu atau bayi baru lahir
         Tempat rujukan mana yang diinginkan ibu & keluarga?
         Sarana transportasi yg akan digunakan & siapa yg akan mengendarainya.
         Orang yg ditunjuk menjadi donor darah jika tranfusi darah diperlukan
         Uang yg disisihkan untuk asuhan medis, transportasi, obat-obatan & bahan-bahan.
         Siapa yg akan tinggal & menemani anak-anak yg lain pada saat ibu tidak dirumah.