Kalangan petani di Sumbawa ,Nusa Tenggara Barat memiliki tradisi unik untuk memohon kesuburan hasil pertanian mereka.Tradisi yang dikenal dengan pesta ponan ini digelar warga setiap datangnya musim tanam.
Sedekah
adat ‘Ponan’ merupakan kegiatan masyarakat tiga dusun di Kecamatan Moyo Hilir yakni Poto , Malili dan Lengas.
Kegiatan ini digelar setiap tahun, sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan,
sekaligus untuk mempereret tali silaturahim setiap tahun antara masyarakat di
Kabupaten Sumbawa.Tradisi ini dilaksanakan saat padi berusia sekitar dua hingga
tiga minggu sesudah ditanam.
Tradisi
ponan yang didikuti ribuan petani di Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa
ini digelar disebuah bukit yang disebut bukit ponan. Dibukit ini terdapat
beberapa makam ulama yang dipercaya sebagai nenek moyang warga sumbawa. Salah
satu makam yang paling dikeramatkan warga adalah makam Haji Batu yang terdapat
tepat diatas bukit ponan.
Menurutnya, sedekah ponan menjadi salah satu ritual tradisional
masyarakat Sumbawa di sekitar Desa Poto sejak jaman dahulu. Dilakukan oleh
masyarakat petani dengan memohon berkah kesuburan bagi keberhasilan hasil
pertaniannya. Sedekah ponan juga sebagai penghormatan manusia terhadap alam
yang menjadi sumber kehidupan.
Ribuan
warga ini datang dengan membawa sesajian berupa enam jenis makanan dan
buah-buahan yang digunakan dalam upacara ponan. Seluruh makanan tersebut
ditempatkan dalam sebuah altar yang terdapat didalam komplek pemakaman
tersebut.
Upacara ponan diawali dengan dzikir dan doa
yang dipimpin oleh pemuka adat dan kyai.Usai doa, kemudian dilanjudkan
dengan pembagian makanan keseluruh pengunjung yang hadir dengan makan bersama.
Uniknya tidak semua makanan
dihabiskan, tapi sebagian dibawah pulang, untuk ditebarkan diladang dan sawah
mereka. Mereka percaya makanan keramat ini bisa menyuburkan ladang mereka dan
menghindarkan mereka dari segala bencana “menurut keyakinan warga, makanan yang
dilempar kesawah akan menyuburkan tanah dan ladang “ kata Tokoh Adat, Hatta
Jamal.
Tidak ada komentar :
Posting Komentar