D4 Bidan Pendidik

Kamis, 02 Juni 2016

Adat Istiadat Daerah Sumbawa Besar,NTB (Pesta “PONAN”)


        Kalangan petani di Sumbawa ,Nusa Tenggara Barat memiliki tradisi unik untuk memohon kesuburan hasil pertanian mereka.Tradisi yang dikenal dengan pesta ponan ini digelar warga setiap datangnya musim tanam.

Hasil gambar untuk gambar pesta ponan sumbawa ntb      
  Sedekah adat ‘Ponan’ merupakan kegiatan masyarakat tiga dusun di Kecamatan Moyo  Hilir yakni Poto , Malili dan Lengas. Kegiatan ini digelar setiap tahun, sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan, sekaligus untuk mempereret tali silaturahim setiap tahun antara masyarakat di Kabupaten Sumbawa.Tradisi ini dilaksanakan saat padi berusia sekitar dua hingga tiga minggu sesudah ditanam.
       Tradisi ponan yang didikuti ribuan petani di Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa ini digelar disebuah bukit yang disebut bukit ponan. Dibukit ini terdapat beberapa makam ulama yang dipercaya sebagai nenek moyang warga sumbawa. Salah satu makam yang paling dikeramatkan warga adalah makam Haji Batu yang terdapat tepat diatas bukit ponan.
       Menurutnya, sedekah ponan menjadi salah satu ritual tradisional masyarakat Sumbawa di sekitar Desa Poto sejak jaman dahulu. Dilakukan oleh masyarakat petani dengan memohon berkah kesuburan bagi keberhasilan hasil pertaniannya. Sedekah ponan juga sebagai penghormatan manusia terhadap alam yang menjadi sumber kehidupan.
       Ribuan warga ini datang dengan membawa sesajian berupa enam jenis makanan dan buah-buahan yang digunakan dalam upacara ponan. Seluruh makanan tersebut ditempatkan dalam sebuah altar yang terdapat didalam komplek pemakaman tersebut.
        Upacara ponan diawali dengan dzikir dan doa yang dipimpin oleh pemuka adat dan kyai.Usai doa, kemudian dilanjudkan dengan pembagian makanan keseluruh pengunjung yang hadir dengan makan bersama.

       Uniknya tidak semua makanan dihabiskan, tapi sebagian dibawah pulang, untuk ditebarkan diladang dan sawah mereka. Mereka percaya makanan keramat ini bisa menyuburkan ladang mereka dan menghindarkan mereka dari segala bencana “menurut keyakinan warga, makanan yang dilempar kesawah akan menyuburkan tanah dan ladang “ kata Tokoh Adat, Hatta Jamal.


Tidak ada komentar :

Posting Komentar