D4 Bidan Pendidik

Kamis, 02 Juni 2016

HORMON REPRODUKSI


FISIOLOGIS HORMON
·         Kelenjar hipofisis = kelenjar pituitari
·         Kelenjar hipofisis tidak dapat membentuk & mengeluarkan hormon gonadotropin  sendiri, dipengaruhi olehhipotalamus.
·         Secara fisiologis, kelenjar hipofisis

dibagi mjd 2 bagian yaitu :
·         Hipofisis anterior / Adenohipofisis
·         Hipofisis Posterior / Neurohipofisis
HIPOTALAMUS
·         Hipotalamus mempengaruhi adenohipofisis dengan mengeluarkan releasing factor (RF) atau releasing hormon (RH).
·         Hipotalamus juga mengeluarkan zat yang menghambat adenohipofisis yaitu inhibiting factor (IF) atau inhibing hormon(IH).

HORMON HIPOTALAMUS
      Thyrotropin-releasing hormone (TRH),yang menyebabkan pengeluaran TSH
      Luteinizing hormone-releasing hormon (LH-RH) yang mengeluarkan FSH & LH
      Corticotropin-releasing factor (CRF) yang menyebabkan pengeluaran adrenocorticotropic hormon (ACTH)
      Growth hormone-releasing faktor yg mengeluarkan growth hormon (GH)
      Prolactin-inhibiting factor (PIF) yang menghambat sekresi prolaktin
      Melanophore inhibiting factor yang menghambat pengeluaran melanophore stimulating hormone

HORMON HIPOFISIS POSTERIOR
ADH OKSITOSIN
ADH : berkurangnya ekskresi air oleh ginjal
Oksitosin : kontraksi uterus
HORMON SISTEM REPRODUKSI PRIA

Hormon reproduksi pria
1. Spermatogenesis : Pembentukan Sperma
2. Kinerja Kegiatan Seksual Pria
3. Pengaturan fungsi reproduksi pria oleh Hormon

HORMON YANNG BERPERAN DALAM SPERMATOGENESIS
      Testosteron:disekresi oleh sel-sel Leydig, untuk pertumbuhan dan pembelahan sel-sel germinal testis
      Luteinizing Hormone:Disekresi oleh kelenjar hipofisis anterior, merangsang sel-sel leydig utk sekresi testosteron
      FSH : disekresi oleh kelenjar hipofisis anterior, merangsang sel-sel Sertoli (merangsang pengubahan spermatid menjadi sperma/proses spermiogenesis)
      Estrogen : dibentuk dari testosteron oleh sel Sertoli ketika dirangsang oleh FSH
      (pntg utk spermiogenesis)
      Hormon Pertumbuhan : mengatur fungsi metabolisme testis

TESTOSTERON & HORMON PRIA LAINNYA
      Testis mensekresi beberapa hormon kelamin pria, yg secara keseluruhan disebut Androgen
      Meliputi testosteron, dihidrotestosteron, dan androstenedion

TESTOSTERON
      Dibentuk oleh sel-sel interstitial leydig, 20% dari massa testis dewasa
      Testosteron bertanggung jawab terhadap berbagai sifat maskulinisasi tubuh
      Pada janin, testis sudah distimulasi oleh HCG utk membentuk testosteron sepanjang periode perkembangan janin dan 10 mg setelah lahir
      Setelah itu, pada dasarnya tidak ada testosteron yg dihasilkan pd masa kanakkanak sampai anak berusia 10-13 tahun.
      Produksi testoteron meningkat dengan cepat akibat rangsangan hormon-hormon
      gonadotropin hipofisis anterior pada awal pubertas dan berlangsung sepanjang masa kehidupan.
      Menurun dengan cepat di atas usia 50 Tahun

PENGATURAN FUNGSI
       Dimulai dengan sekresi GnRH oleh Hipotalamus
       Hipotalamus merangsang kelenjar hipofisis anterior untuk mensekresikan 2
 hormon lain yaitu LH dan FSH
       LH merangsang sekresi testosteron oleh testis, dan FSH merangsang  spermatogenesis
      Pada janin, hCG plasenta mensekresi Testosteron

HORMON REPRODUKSI WANITA

Fungsi reproduksi wanita
• Persiapan tubuh wanita untuk menerima konsepsi dan kehamilan
• Persiapan tubuh wanita dalam masa kehamilan, dan nifas

HORMON WANITA
1.    Hormon yang dikeluarkan hipotalamus,hormon pelepas gonadotropin (GnRH)
2.    Hormon seks hipofisis anterior, hormon perangsang folikel (FSH) dan hormon lutein (LH), disekresi sebagai respon terhadap pelepasan GnRH dari hipotalamus
3.    Hormon ovarium (estrogen, progesteron, androgen, dan relaksin)

HORMON GONADOTROPIK &PENGARUHNYA PD OVARIUM
      Perubahan ovarium yg terjadi selama siklus seksual bergantung pd hormon
      gonadotropik, FSH dan LH.
      Pada masa anak-anak tidak diproduksi, usia 9-12 tahun, hipofisis mulai menyekresi FSH dan LH
      Setiap bulan siklus seksual wanita, terjadi kenaikan dan penurunan jumlah FSH danLH

FUNGSI FSH & LH
      FSH : mempercepat pertumbuhan 6-12 folikel primer setiap bulan, merangsang pertumbuhan awl folikel primer
      LH : untuk pertumbuhan akhir folikel dan ovulasi, sekresi korpus luteum

ESTROGEN
      Sesudah folikel matang dan ovulasi terjadi, terbentuk korpus luteum yang mengeluarkan estrogen dan progesteron
      Estrogen memegang peranan penting dalam perkembangan ciri kelamin sekunder dan psikologi perkembangan wanita

FUNGSI ESTROGEN
      Mempengaruhi hormon lain (menekan FSH, menyebabkan sekresi LH)
      Menimbulkan proliferasi dari endometrium
      Merangsang pertumbuhan dan menambah aktivitas otot tuba fallopi
      Servik uteri mjd lembek, lendir serviks bertambah banyak & alkalis sehingga mudah dilalui sperma
      Pertumbuhan alveoli dan saluran glandula mammae

FUNGSI PROGESTERON
      Menyiapkan endometrium untuk implantasi blastokist
      Mencegah kontraksi otot polos terutama uterus
      Serviks uteri mjd kenyal, lendir serviks kental, sedikit shg sukar dilalui sperma
      Menaikkan suhu basal
      Tidak menekan produksi FSH
FUNGSI ANDROGEN & RELAKSIN
      Dibentuk di sel-sel stroma ovarium
      Androgen utama : androstenedion dengan daya androgen lemah
      Peranan androgen pada wanita belum diketahui pasti
      Relaksin dihasilkan korpus luteum
      Fungsi relaksin menyebabkan serviks uteri Lembek

HORMON PADA KEHAMILAN
Hormon kehamilan
      Bertujuan mendukung kehamilan yang berlangsung
      Agar janin dapat tumbuh dan berkembang dengan baik dan sehat.
      Jenis : Human Chorionic Gonadotrophin (HCG), Human Placenta Lactogen (HPL), Relaksin Hormone, Estrogen, Progesteron, dan MSH Human Chorionic Gonadotropin (HCG)
      dihasilkan oleh villi choriales plasenta
      Dapat meningkatkan produksi progesteron oleh ovarium sehingga menekan menstruasi dan menjaga kehamilan
      Merupakan indikator kehamilan yang dideteksi oleh alat test kehamilan melalui urine
      Kadar HCG yang tinggi dalam darah menyebabkan mual muntah (morningsickness).

HUMAN PLACENTA LACTOGEN
      hormon yang dihasilkan oleh plasenta
      menyebabkan perubahan dalam metabolisme karbohidrat dan lemak
      berperan penting dalam produksi ASI
      pembesaran pada payudara, serta membuat rasa ngilu dan sakit pada puting jika disentuh.

RELAKSIN
      dihasilkan oleh korpus luteum danplasenta
      Melembutkan leher rahim dan merelaksasikan sendi panggul
      menimbulkan relaksasi pada ligamen dan Sendi

ESTROGEN
      Dihasilkan oleh ovarium dan mempengaruhi pertumbuhan endometrium rahim, perubahan-perubahan histologi pada vagina.
      Memperngaruhi pertumbuhan saluran kelenjar mammae sewaktu menyusui
      Mengontrol pelepasan LH dan FSH
      Mengendorkan serviks, vagina, vulva
      Menimbulkan kontraksi pada rahim
      Estrogen juga memperkuat dinding rahim untuk mengatasi kontraksi saat persalinan
      Hormon ini juga melembutkan jaringan tubuh, sehingga jaringan ikat dan sendi tubuh menjadi lemah sehingga tidak dapat menyangga tubuh dengan kuat
      Mengganggu keseimbangan cairan tubuh sehingga terjadi penimbunan cairan yang menyebabkan pembengkakan

PROGESTERON
      berfungsi untuk membangun lapisan di dinding rahim untuk menyangga plasenta di dalam rahim
      mencegah gerakan kontraksi atau pengerutan otot-otot rahim, sehingga persalinan dini bisa dihindari
      juga membantu menyiapkan payudara untuk menyusu
      Dilatasi pembuluh darah sehingga menurunkan tekanan darah (pusing)
      membuat sistem pencernaan jadi lambat, perut menjadi kembung atau sembelit
      meningkatkan suhu tubuh, meningkatkan pernafasan, mual, dan menurunnya gairah seks selama hamil MSH (Melanocyte Stimulating Hormone)
      merangsang terjadinya pigmentasi pada kulit
      Menggelapkan warna puting susu dan daerah sekitarnya
      Pigmentasi kecoklatan pada wajah, pada bagian dalam dan garis dari pusar ke bawah (linea nigra)

HORMON PADA LAKTASI

Hormon yang berperan
      Progesteron : berfungsi mempengaruhi pertumbuhan dan ukuran
      alveoli. Tingkat progesteron dan estrogen menurun sesaat setelah melahirkan. Hal ini menstimulasi produksi secara besar-besaran.
      Estrogen berfungsi menstimulasi sistem saluran ASI untuk membesar
      Tingkat estrogen menurun saat melahirkan dan tetap rendah untuk beberapa bulan selama tetap menyusui.
      Prolaktin berperan dalam membesarnya alveoli dalam kehamilan, menstimulasi produksi ASI
      Oksitosin juga mengencangkan otot halus di sekitar alveoli untuk memeras ASI menuju saluran susu. Oksitosin berperan dalam proses turunnya susu let-down/ milk ejection reflex.
      Human placental lactogen (HPL):

      Sejak bulan kedua kehamilan plasenta mengeluarkan banyak HPL, yang berperan dalam pertumbuhan payudara, puting, dan areola sebelum melahirkan.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar