1. Pengaruh Aspek Idiologi
Ø Idiologi adalah cita-cita
suatu bangsa yang bersifat tetap yang harus dicapai sehingga merupakan suatu
dasar, pandangn, atau paham.
Ø Idiologi negara pada dasarnya
merupakan asas kerohanian suatu bangsa yang memiliki ciri sebagai berikut:
a.
Mempunyai derajat yang tertinggi sebagai nilai hidup
kebangsaan dan kenegaraan.
b.
Perlu dilestarikan kepada generasi berikutnya.
Ø Di dunia ini terdapat 4
(empat) idiologi yang saling berpengaruh, yaitu;
a.
Idiologi liberalisme à rasio à individu
b.
Idiologi Komunisme à makhluk sosial à Atheis
c.
Idiologi Keagamaan à berbasis agama
d.
Idiologi Pancasila à digali dari adat
istiadat, budaya bangsa
Ø Strategi pembinaan idiologi
A. Aktualisasi idiologi
secara kongkrit harus diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan
bernegara.
B. Aktualisasi fungsi idiologi sebagai alat pemersatu bangsa
harus ditanamkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
c. Idiologi dikembangkan ke
arah idiologi terbuka dan dinamis yang mampu mengantisipasi perkembangan zaman,
IPTEK, peradaban, serta dinamika masyarakat.
D. Senantiasa menanamkan dan
memantapkan persatuan dan kesatuan bangsa yang bersumber pada asas kerohanian
idiologi Pancasila.
E. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan
sungguh-sungguh.
F. Menanamkan idiologi
Pancasila pada generasi penerus bangsa.
G. Menumbuhkan sikap positif
warga negara dan memotivasi untuk membangun negara.
2. Pengaruh Aspek Politik
Ø Ketahanan politik adalah
kondisi dinamis suatu bangsa yang berisi keuletan dan ketangguhan yang
mengandung kemampuan mengembangkan potensi nasional menjadi kekuatan nasional
sehingga dapat menangkal dan mengatasi segala kesulitan dan gangguan yang dihadapi
oleh negara baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri.
Ø Pengertian politik
a.
Politik : sarana atau usaha untuk memperoleh kekuasaan dan
dukungan dari masyarakat dalam melakukan kehidupan bersama.
b.
Politik : suatu rangkaian kegiatan atau cara-cara yang
dilakukan untuk mencapai suatu tujuan yang dianggap baik.
Ø Untuk mewujudkan ketahanan
politik perlu dilaksanakan;
a.
Menempatkan secara proporsional kedaulatan rakyat di dalam
kehidupan negara.
b.
Memfungsikan lembaga-lembaga negara sesuai dengan konstitusi.
c.
Menegakkan keadilan sosial dan keadilan hukum.
d.
Menciptakan situasi yang kondusif dalam arti memelihara dan
mengembangkan budaya politik.
e.
Meningkatkan budaya politik dengan melaksanakan hak dan
kewajiban.
f.
Memberikan kesempatan yang optimal kepada saluran-saluran
politik untuk memperjuangkan aspirasinya secara proporsional.
g.
Pelaksanaan politik luar negeri yang bebas aktif secara konkrit.
h.
Meningkatkan citra positif bangsa.
3. Pengaruh Aspek Ekonomi
Pada era global suatu negara tidak
mungkin menutup diri dari system perekonomian dunia. Untuk itu perlu upaya
mewujudkan ketahanan ekonomi sebagai berikut;
a.
Sistem ekonomi Indonesia diarahkan untuk dapat mewujudkan
kemakmuran dan kesejahteraan yang adil dan merata di seluruh wilayah Indonesia.
b.
Melaksanakan ekonomi kerakyatan (menghindari persaingan
bebas, negara mendominasi ekonomi, monopoli).
c.
Struktur ekonomi yang seimbang antara pertanian, industri,
dan jasa.
d.
Pembangunan ekonomi yang merupakan usaha bersama berdasar
asas kekeluargaan.
e.
Pemerataan pembangunan dan pemanfaatan hasil-hasil
pembangunan yang merata antar wilayah dan sektor.
f.
Tumbuhnya persaingan yang sehat dan dinamis antar usaha.
4. Pengaruh Sosial Budaya
Ø Bangsa Indonesia terdiri
dari bermacam-macam etnis.
Ø Ketahanan nasional bidang
budaya adalah suatu kondisi dinamis sosial budaya suatu bangsa untuk
mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala
tantangan, permasalahan, gangguan, ancaman, serta hambatan baik dari dalam
maupun luar negeri yang langsung maupun tidak langsung dapat membahayakan
kelangsungan kehidupan sosial budaya bangsa dan negara Republik Indonesia.
Ø Wujud ketahanan nasional
bidang sosial budaya antara lain;
Kehidupan sosial budaya
bangsa yang mampu membentuk dan mengembangkan kehidupan sosial budaya manusia
dan masyarakat Indonesia yang beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa, rukun,
bersatu, cinta tanah air, berkualitas, maju, dan sejahtera dalam kehidupan yang
serba selaras, serasi, seimbang serta mampu menangkal penetrasi budaya asing
yang tidak sesuai dengan kebudayaan nasional.
Ø Bagaimana kondisi sosial
budaya kita?
5. Pengaruh Aspek Pertahanan
dan Keamanan
Sesuai Pembukaan UUD 1945 bahwa
negara memiliki tugas melindungi bangsa dan tanah air Indonesia. Maka bangsa
Indonesia mengembangkan pertahanan dan keamanan dengan prinsip sebagai berikut;
a.
Bangsa Indonesia cinta damai tetapi lebih cinta kemerdekaan
dan bersahabat dengan semua bangsa.
b.
Penyelenggaraan pertahanan keamanan dilandasi oleh
nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, dan Wawasan Nusantara.
c.
Pertahanan keamanan negara merupakan suatu upaya nasional
terpadu.
d.
Pertahanan keamanan diselenggarakan dengan Siskamnas.
Wujud ketahanan pada aspek
pertahanan dan keamanan antara lain;
a)
Terciptanya keadaan siap siaga dalam upaya bela negara.
b)
Terwujudnya keadaan damai.
c)
Pembangunan pertahanan keamanan dimanfaatkan untuk
perdamaian.
d)
Terlindunginya potensi nasional.
e)
Mengembangkan industri pertahanan keamanan dalam negeri.
f)
Pembangunan dan penggunaan kekuatan dan kemampuan pertahanan
dan kemanan harus diselenggarakan oleh manusia yang berbudi lihur, arif,
bijaksana, menghormati HAM, memaknai hakikat perang dan damai.
Tidak ada komentar :
Posting Komentar