D4 Bidan Pendidik

Kamis, 02 Juni 2016

PENGORGANISASIAN PRAKTEK ASUHAN KEBIDANAN


1.    Praktik Mandiri/Primer
            Memungkinkan Bidan untuk menggunakan pengetahuannya ketrampilan, penilaian & wewenangnya dalam provisi/ ketentuan pelayanan kesehatan primer wanita sambil mempertahankan tg jawab untuk menajemen asuhan pasien sesuai denganstandar praktik ACNM untuk praktik bidan (ACNM, 1995)

         Pelayanan kebidanan Primer/mandiri: asuhan kebidanan yang diberikan kepada klien dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab bidan.

Praktik Mandiri :
         Tidak ditentukan tempat praktik/bekerja
         Hubungan atasan & pegawai
         Tidak diartikan sebagai kerja sendiri

2.    Kolaborasi :
            Proses dimana profesi-profesi kesehatan memanage asuhan secara bersama (ACNM, 1995).

         Pelayanan kebidanan kolaborasi: asuhan kebidanan yang diberikan kepada klien dengan tanggung jawab bersama semua pemberi layanan yang terlibat (misl. Bidan, dokter dan/ atau tenaga kesehatan profesional lainnya).
         Bidan sbg anggota tim.
Tujuan Kolaborasi :
      Membagi wewenang dalam memberikan pelayanan yang bermutu dalam lingkup praktik profesional masing-masing
Kolaborasi yg sukses :
      “ Suatu cara berfikir & Berhubungan yang membutuhkan pengetahuan, komunikasi yang terbuka, saling menghargai & komitmen untukmemberikan pelayanan yang bermutu, saling percaya & kemampuan untukmembagi tanggung jawab.”
3.    Rujukan :
            Proses dimana Bidan mengarahkan atau mengirimkan klien ke dokter atau profesi kesehatan lainnya untuk memanage masalah atau aspek tertentu dari klien itu(ACNM, 1995)
Sistem rujukan (Referral System) :
            “Suatu jaringan pelayanan kesehatan yang memungkinkan terjadinya penyerahan tanggung jawab secara timbal balik atas masalah yang timbul, baik vertikal maupun horisontal, secara rasional kepada yang lebih mampu “
         Pelayanan kebidanan rujukan: asuhan yang dilakukan dengan menyerahkan tanggung jawab kepada dokter, ahli dan atau tenaga profesional lainnya untuk mengatasi masalah kesehatan klien di luar kewenangan bidan dalam rangka menjamin kesejahteraan ibu dan anaknya.

Macam sistem rujukan :
1.    Rujukan Medik:
         Konsultasi penderita (diagnostik, pengobatan, tindakan operasi)
         Pengiriman bahan(specimen) laboratorium
         Mendatangkan/mengirimkan tenaga yang lebih kompeten/ahli

2.    Rujukan Kesehatan :
         KLB (Kejadian Luar Biasa) mis. Timbulnya penyakit menular
         Terjadinya kelaparan akibat dari suatu kondisi/keadaan, mis. Banjir, gempa bumi dsb
         Terjadinya keracunan massal, mis karena gas, makanan, dsb
         Masalah lain yg menyangkut keadaan kesehatan masyarakat pd umumnya.

  Sifat Rujukan :
         Intern antar petugas Puskesmas
         Antara Puskesmas Pembantu & Puskesmas
         Antara masyarakat & Puskesmas
         Antara Puskesmas dg Rumah Sakit, Laboratorium, & Instansi lain
          Asuhan Kebidanan Rujukan
         Asuhan kebidanan yang dilakukan oleh bidan dalam rangka rujukan ke sistem pelayanan yg lebih tinggi atau sebaliknya pelayanan yg dilakukan oleh bidan sewaktu menerima rujukan dari dukun yg menolong persalinan.
Setiap penolong persalinan harus mengetahui lokasi fasilitas rujukan yg mampu untuk menatalaksanakan kasus gawat darurat & bayi baru lahir seperti :
         Pembedahan (SC)
         Tranfusi darah
         Persalinan menggunakan ekstraksi vakum & cunam
         Pemberian antibiotik intravena
         Resusitasi bayi baru lahir & asuhan lanjutan
         Informasi pelayanan yg tersedia di tempat rujukan (biaya & waktu pelayanan, jarak tempuh rujukan)
         Pada saat ibu melakukan kunjungan antenatal, jelaskan tentang perlunya rencana rujukan apabila diperlukan.

Persiapan & informasi rencana rujukan :
         Siapa yg akan menemani ibu atau bayi baru lahir
         Tempat rujukan mana yang diinginkan ibu & keluarga?
         Sarana transportasi yg akan digunakan & siapa yg akan mengendarainya.
         Orang yg ditunjuk menjadi donor darah jika tranfusi darah diperlukan
         Uang yg disisihkan untuk asuhan medis, transportasi, obat-obatan & bahan-bahan.
         Siapa yg akan tinggal & menemani anak-anak yg lain pada saat ibu tidak diru

Tidak ada komentar :

Posting Komentar