D4 Bidan Pendidik

Minggu, 12 Juni 2016

PENGARUH ASPEK KETAHANAN NASIONAL TERHADAP KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA



1.      Pengaruh Aspek Idiologi
Ø  Idiologi adalah cita-cita suatu bangsa yang bersifat tetap yang harus dicapai sehingga merupakan suatu dasar, pandangn, atau paham.
Ø  Idiologi negara pada dasarnya merupakan asas kerohanian suatu bangsa yang memiliki ciri sebagai berikut:
a.      Mempunyai derajat yang tertinggi sebagai nilai hidup kebangsaan dan kenegaraan.
b.      Perlu dilestarikan kepada generasi berikutnya.
Ø  Di dunia ini terdapat 4 (empat) idiologi yang saling berpengaruh, yaitu;
a.      Idiologi liberalisme à rasio à individu
b.      Idiologi Komunisme à makhluk sosial à Atheis
c.       Idiologi Keagamaan à berbasis agama
d.      Idiologi Pancasila à digali dari adat istiadat, budaya bangsa

Ø   Strategi pembinaan idiologi
A. Aktualisasi idiologi secara kongkrit harus diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
B.  Aktualisasi fungsi idiologi sebagai alat pemersatu bangsa harus ditanamkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
c. Idiologi dikembangkan ke arah idiologi terbuka dan dinamis yang mampu mengantisipasi perkembangan zaman, IPTEK, peradaban, serta dinamika masyarakat.
D. Senantiasa menanamkan dan memantapkan persatuan dan kesatuan bangsa yang bersumber pada asas kerohanian idiologi Pancasila.
E.  Meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan sungguh-sungguh.
 F. Menanamkan idiologi Pancasila pada generasi penerus bangsa.
G. Menumbuhkan sikap positif warga negara dan memotivasi untuk membangun negara.
2.      Pengaruh Aspek Politik
Ø  Ketahanan politik adalah kondisi dinamis suatu bangsa yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan potensi nasional menjadi kekuatan nasional sehingga dapat menangkal dan mengatasi segala kesulitan dan gangguan yang dihadapi oleh negara baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri.
Ø  Pengertian politik
a.      Politik : sarana atau usaha untuk memperoleh kekuasaan dan dukungan dari masyarakat dalam melakukan kehidupan bersama.
b.      Politik : suatu rangkaian kegiatan atau cara-cara yang dilakukan untuk mencapai suatu tujuan yang dianggap baik.
Ø  Untuk mewujudkan ketahanan politik perlu dilaksanakan;
a.      Menempatkan secara proporsional kedaulatan rakyat di dalam kehidupan negara.
b.      Memfungsikan lembaga-lembaga negara sesuai dengan konstitusi.

c.       Menegakkan keadilan sosial dan keadilan hukum.
d.      Menciptakan situasi yang kondusif dalam arti memelihara dan mengembangkan budaya politik.
e.      Meningkatkan budaya politik dengan melaksanakan hak dan kewajiban.
f.        Memberikan kesempatan yang optimal kepada saluran-saluran politik untuk memperjuangkan aspirasinya secara proporsional.
g.      Pelaksanaan politik luar negeri yang bebas  aktif secara konkrit.
h.      Meningkatkan citra positif bangsa.
3.      Pengaruh Aspek Ekonomi
Pada era global suatu negara tidak mungkin menutup diri dari system perekonomian dunia. Untuk itu perlu upaya mewujudkan ketahanan ekonomi sebagai berikut;
a.      Sistem ekonomi Indonesia diarahkan untuk dapat mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan yang adil dan merata di seluruh wilayah Indonesia.
b.      Melaksanakan ekonomi kerakyatan (menghindari persaingan bebas, negara mendominasi ekonomi, monopoli).
c.       Struktur ekonomi yang seimbang antara pertanian, industri, dan jasa.
d.      Pembangunan ekonomi yang merupakan usaha bersama berdasar asas kekeluargaan.
e.      Pemerataan pembangunan dan pemanfaatan hasil-hasil pembangunan yang merata antar wilayah dan sektor.
f.        Tumbuhnya persaingan yang sehat dan dinamis antar usaha.
4.      Pengaruh Sosial Budaya
Ø  Bangsa Indonesia terdiri dari bermacam-macam etnis.
Ø  Ketahanan nasional bidang budaya adalah suatu kondisi dinamis sosial budaya suatu bangsa untuk mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan, permasalahan, gangguan, ancaman, serta hambatan baik dari dalam maupun luar negeri yang langsung maupun tidak langsung dapat membahayakan kelangsungan kehidupan sosial budaya bangsa dan negara Republik Indonesia.
Ø  Wujud ketahanan nasional bidang sosial budaya antara lain;
Kehidupan sosial budaya bangsa yang mampu membentuk dan mengembangkan kehidupan sosial budaya manusia dan masyarakat Indonesia yang beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa, rukun, bersatu, cinta tanah air, berkualitas, maju, dan sejahtera dalam kehidupan yang serba selaras, serasi, seimbang serta mampu menangkal penetrasi budaya asing yang tidak sesuai dengan kebudayaan nasional.
Ø  Bagaimana kondisi sosial budaya kita?
5.      Pengaruh Aspek Pertahanan dan Keamanan
Sesuai Pembukaan UUD 1945 bahwa negara memiliki tugas melindungi bangsa dan tanah air Indonesia. Maka bangsa Indonesia mengembangkan pertahanan dan keamanan dengan prinsip sebagai berikut;
a.      Bangsa Indonesia cinta damai tetapi lebih cinta kemerdekaan dan bersahabat dengan semua bangsa.
b.      Penyelenggaraan pertahanan keamanan dilandasi oleh nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, dan Wawasan Nusantara.
c.       Pertahanan keamanan negara merupakan suatu upaya nasional terpadu.
d.      Pertahanan keamanan diselenggarakan dengan Siskamnas.
Wujud ketahanan pada aspek pertahanan dan keamanan antara lain;
a)      Terciptanya keadaan siap siaga dalam upaya bela negara.
b)      Terwujudnya keadaan damai.
c)      Pembangunan pertahanan keamanan dimanfaatkan untuk perdamaian.
d)      Terlindunginya potensi nasional.
e)      Mengembangkan industri pertahanan keamanan dalam negeri.
f)       Pembangunan dan penggunaan kekuatan dan kemampuan pertahanan dan kemanan harus diselenggarakan oleh manusia yang berbudi lihur, arif, bijaksana, menghormati HAM, memaknai hakikat perang dan damai.

Makalah homeostatis dan homeodinamik

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR  BELAKANG
         Peraturan perundang-undangan (legislation) merupakan wujud dari politik hukum institusi Negara dirancang dan disahkan sebagai undang-undang pemberantasan tindak pidana korupsi. Secara parsial, dapat disimpulkan pemerintah dan bangsa Indonesia serius melawan dan memberantas tindak pidana korupsi di negeri ini. Tebang pilih. Begitu kira-kira pendapat beberapa praktisi dan pengamat hukum terhadap gerak pemerintah dalam menangani kasus korupsi akhir-akhir ini.
       Gaung pemberantasan korupsi seakan menjadi senjata ampuh untuk dibubuhkan dalam teks pidato para pejabat Negara, bicara seolah ia bersih, anti korupsi. Masyarakat melalui LSM dan Ormas pun tidak mau kalah, mengambil manfaat dari kampanye anti korupsi di Indonesia. Pembahasan mengenai strategi pemberantasan korupsi dilakakukan dibanyak ruang seminar, booming anti korupsi, begitulah tepatnya. Meanstream perlawanan terhadap korupsi juga dijewantahkan melalui pembentukan lembaga Adhoc, Komisi Anti Korupsi (KPK).
Celah kelemahan hukum selalu menjadi senjata ampuh para pelaku korupsi untuk menghindar dari tuntutan hukum. Kasus Korupsi mantan Presiden Soeharto, contoh kasus yang paling anyar yang tak kunjung memperoleh titik penyelesaian. Perspektif politik selalu mendominasi kasus-kasus hukum di negeri sahabat Republik BBM ini. Padahal penyelesaiaan kasus-kasus korupsi besar seperti kasus korupsi Soeharto dan kroninya, dana BLBI dan kasus-kasus korupsi besar lainnya akan mampu menstimulus program pembangunan ekonomi di Indonesia.




BAB II
PEMBAHASAN

A.     HOMEOSTASIS DAN HOMEODINAMIK

1.      Homeostasis
     Homeostasis merupakan mekanisme tubuh untuk mempertahankan keseimbangan dalam menghadapi berbagai kondisi yang di alaminya. Homeostasis adalah suatu proses pemeliharaan setabilitas dan adaptasi terhadap kondisi lingkungan sekitar yang terjadi secara terus-menerus.
Homeostasis dibedahkan menjadi 2, yaitu homeostasis fisiologis dan homeostasis psikologis.
a.       Homeostasis fisiologis ini dapat dikendalikan oleh sistem endokrin dan sistem saraf otonom.
Homeostasis fisiologis memiliki 4 cara yaitu ;
1.      Pengaturan diri
Pengaturan diri ini terjadi secara otomatis pada orang yang sehat. Contohnya: pada proses pengaturan fungsi organ tubuh.
2.      Konpensasi
Dalam cara konpensasi ini, tubuh akan cenderung beraksi terhadap ketidak normalan yang terjadi di dalamnya. Misalnya, apa bila secara tiba-tiba lingkungan menjadi dingin, maka pembuluh darah perifer akan mengalami kontraksi dan merangsang pembuluh darah bagian dalam meningkatakan kegiatan (menggigil) yang dapat menghasilkan panas sehingga suhunya tetap stabil. Pelebaran pupil meningkatkan persepsi visual pada saat terjadi ancaman terhadap tubuh dan peningkatan keringat atau mengontrol kenaikan suhu tubuh.
3.      Umpan balik negatif
Penyimpanan dari keadaan normal dalam keadaan abnormal tubuh secara otomatis akan melakukan mekanisme umpan balik atau menyeimbangkan penyimpanan yang terjadi.
4.      Umpan balik positif
Umpan balik untuk mengoreksi ketidakseimbangan fisiologis. Sebagai contoh, jika mengalami hipoksia akan terjadi proses peningkatan denyut jantung atau membawah darah dan oksigen yang cukup ke seluruh sel tubuh

b.      Homeostasis psikologis
       Homeostasis psikologis berfokos pada keseimbangan emosional dan kesejahteraan mental. Proses ini di dapatkan dari pengalaman hidup dan interaksi dari orang lain serta dipengaruhi oleh norma dan kultur masyarakat. Contoh, dari homeostasis pisikologis di antaranya adalah mekanisme pemahaman diri seperti menangis, tertawa, berteriak, meremas, mencerca, DLL.
Proses homeostasis psikologis
     Proses homeostasis dipertahankan oleh mekanisme fisiologis yang mengontrol fungsi tubuh dan memantau organ tubuh. Sebagian besar mekanisme ini di kontrol oleh sistem saraf dan endoktrin dan tidak mencakup perilaku sadar. Mekanisme fisiologis adaptasi bekerja sama melalui hubungan yang kompleks dalam saraf dan sistem endoktrin dan sistem tubuh kainnya untuk mempertahankan konstansitas relatif di dalam tubuh.
    Pada individu yang sehat mekanisme ini mempegaruhi keseimbangan fisiologis dan terpenuhinya kebutuhan tubuh. Namun demikian, mekanisme adaptasi fisiologis hanya dapat memberikan kontrol jangka pendek terhadap ekuilibrium tubuh.
    Mekanisme ini tidak dapat mengadaptasi perubahan jangka panjang dalam sekresi hormon atau fungsi vital. Oleh karenanya, penyakit, cedera, atau setres yang berkepanjanganvdapat menurunkan kapasitas adaptif.
Fungsi yang menurun dapat mengakibatkan kontrol homeostasis berlanjut tetapi tidak adekuat atau kerusakan mekanisme umpan balik yang memungkinkan terjadinya kontrol.
Kedua bentuk fungsi yang menurun tersebut dapat mengakibatkan penyakit lebih memburuk atau kematian.
     Proses ini didapat dari pengalaman hidup dan interaksi dengan orang lain serta dipengaruhi oleh norma dan kultur masyarakat. Contoh proses homeostasis adalah mekanisme pertahanan diri seperti menangis, tertawa, berteriak, memukul, meremas, mencerca, dan lain-lain.
    Proses homeostasis ini adalah peraturan mandiri; dengan kata lain, mekanisme ini adalah otomatis. Namun demikian, pada individu yang sakit atau mengalami cedera tidak mampu untuk mempertahankan dan menopang homeostasis.
1.      Pengaturan diri (Self Regulation)
   Sistem ini terjadi secara otomatis pada orang sehat, seperti pengaturan fungsi organ tubuh.
2.       Kompensasi
   Tubuh cenderung bereaksi terhadap ketidaknormalan yang terjadi didalamnya. Misalnya, apabila secara tiba-tiba lingkungan dingin, maka pembuluh darah darah perifer akan mengalami kontraksi dan merangsang pembuluh darah untuk menciptakan suhu panas. Pelebaran pupil untuk meningkatkan persepsi visual pada saat tubuh mengalami ancaman.
3.       Umpan Balik
·         Umpan Balik Negatif (negative feedback)
   Proses ini merupakan penyimpangan dari ketidak normalan, dalam keadaan abnormal, tubuh secara otomatis akan melakukan mekanisme umpan balik untuk menyeimbangkan penyimpangan yang terjadi.
   Contoh, apabila tekanan darah meningkat akan meningkatkan baroceptor. Kemudian, akan menurunkan rangsangan pada simpatik yang meningkatkan para simpatik, menurunkan denyut jantung dan kekuatan kontraksi, terjadi di atasi pembuluh darah dan akhirnya menurunkan tekanan darah sampai pada keadaan nomal melalui feedback mekanisme.
·         Umpan Balik Positif
   Beberapa proses dalam tubuh diatur oleh umpan balik positif. Umpan balik positif adalah ketika respon terhadap suatu peristiwa meningkatkan kemungkinan kegiatan untuk berlanjut.
   Contoh dari umpan balik positif adalah produksi susu pada ibu menyusui. Saat bayi minum susu ibunya, hormon prolaktin, sebagai sinyal kimia, dilepaskan. Semakin banyak bayi menyusu, semakin banyak prolaktin akan dilepaskan, yang menyebabkan lebih banyak susu yang dihasilkan. Contoh lain dari umpan balik positif termasuk kontraksi selama persalinan. Ketika konstriksi dalam rahim mendorong bayi ke jalan lahir, kontraksi tambahan akan terjadi.
   Umpan balik positif untuk mengoreksi ketidak seimbangan fisiologis sebagai contoh, terjadi proses peningkatan denyut peningkatan denyut jantung untuk membawa darah dan oksigen yang cukup ke sel tubuh apabila seseorang mengalami hipoksia. Kondisi mekanisme tubuh tersebut terkait dengan kondisi dalam keaadaan sakit
4.       Kegagalan Homeostasis
   Banyak mekanisme homeostasis seperti ini bekerja terus menerus untuk mempertahankan kondisi stabil di dalam tubuh manusia.
   Bagaimanapun, mekanisme bisa terjadi gagal. Ketika melakukan homeostasis, sel mungkin tidak mendapatkan semua yang mereka butuhkan, atau limbah beracun dapat terakumulasi dalam tubuh. Jika homeostasis tidak dikembalikan, ketidakseimbangan dapat menyebabkan penyakit atau bahkan kematian.

Sistem Tubuh yang Menyumbang Proses Homeostasis
1.      Sistem Rangka
Menunjang dan melindungi jaringan danorgan-organ yang lemah, serta berfungsi sebagaipersediaan kalsium (Ca++), suatu elektrolit yang dalamplasma harus dijaga dalam jumalh yang terbatas.Bersama dengan sistem otot, sistem rangka jugamemungkinkan gerakan tubuh dan bagian-bagiannya.

2.      Sistem Otot
Menggerakan tulang-tulang tempat melekatnya. Dari pandangan homeostasis secara murni, sistem ini memungkinkan suatu individu bergerak ke arah makanan atau menjauhi bahaya. Selanjutnya panas yang ditimbulkan oleh otot rangka sangat penting bagi regulasi suhu. Sebagai tambahan, karena otot rangka dibawah kontrol kesadaran, memungkinkan seseorang menggunakanya untuk melakukan gerakan yang tidak langsung ke arah pemeliharaan homeostasis.

3.      Sistem Saraf
Adalah salah satu dari dua sistem kontrol tubuh yang utama. Secara umum sistem saraf mengontrol dan mengkoordinir aktivitas tubuh yang memberikan respon yang cepat. Sistem ini secara khusus penting dalam mendeteksi dam memberikan reaksi kepada perubahan perubahan dalam lingkungan ekstetrnal. Selanjutnya,sistem ini bertanggung jawab pada fungsi-fungsi yang lebih tinggi yang tidak seluruhnya langsung di bawah pemeliharaan homeostasis, seperti kesadaran, memori(ingatan), dan kreativitas.

4.      Sistem Endoktrin
Adalah sistem kontrol utama yang lain. Secara umum, hormon yang disekresikan me-regulasi aktivitas tubuh yang lambat, sistem ini khususnya penting dalam mengontrol konsentrasi nutrien dan pengaturan fungsi ginjal, mengontrol volume dan komposisi elektrolit lingkungan internal.

5.      Sistem Sirkulasi
Adalah sistem transpor yang membawa berbagai zat seperti; zat makanan, O2, CO2, zat sampah, elektrolit, dan hormon dari satu bagian tubuh ke bagian tubuh yang lain.

6.      Sistem Kekebalan
Sebagai pertahanan melawan “penyusup” asing dan sel-sel tubuh yang telah menjadi angker. Sistem ini juga membuka jalan untuk memperbaiki atau mengganti sel-sel yang luka atau usang.
7.      Sistem Respirasi
Mengambil O2 dari ligkungan eksternal dan mengeluarkan CO2 ke lingkungan eksternal. Dengan mengatur kecepatan pemindahan CO2 sebagai pembentuk asam (H2CO3), maka sistem respirasi juga penting dalam pemeliharaan pH yang tepat dalam lingkungan internal.

8.      Sistem Pencernaan
Mencerna makanan yang kita makan menjadi molekul zat makanan yang siap diabsorbsi ke dalam plasma untuk di distribusikan ke sel-sel tubuh. Sistem ini juga mentransfer air dan elektrolit dari lingkungan eksternal ke dalam lingkungan internal.
9.      Sistem Integumen
Berfungsi sebagai pelindung luar untuk melindungi kehilangan cairan internal dari tabuh dan masuknya mikroorganisme asing ke dalam tubuh. Sistem ini juga penting dalam meregulasi suhu tubuh. Jumlah panas yang hilang dari permukaan tubuh ke lingkungan luar dapat diatur dengan mengontrol produksi keringat dan dengan meregulasi aliran darah dan dengan meregulasi aliran darah yang membawa panas ke kulit.
10.  Sistem Urinaria
Mengeluarkan zat sampah selain CO2 dan memegang peranan penting dalam meregulasi volume, komposisi elektrolit, dan keasaman cairan ekstraseluler.
11.  Sistem Reproduksi
Pada dasarnya tidak esensial untuk homeostasis dan dengan demikian tidak esensial untuk kelangsungan hidup individu. Sistem reproduksi esensial untuk pelestarian spesies.
2.      Homeodinamika
      Homeodinamik merupakan pertukaran energi secara terus menerus antara manusia dengan lingkungan sekitarnya. Pada proses ini manusia tidak hanya melakukan penyesuaian diri, tetapi terus berintraksi dengan lingkungan agar mampu mempertahankan

Proses Homeodinamika
      Proses homeodinamik bermula dari teori tentang manusia sebagai unit yang merupakan satu kesatuan utuh, memiliki karakter yang berbeda-beda. Proses hidup yang dinamis, selalu berinteraksi dengan lingkungan yang dapat dipengaruhi dan memengaruhinya, serta memiliki keunikan tersendiri.
           Prinsif Homeodinamika
1.      Prinsif integralitas
Yaitu prinsif utama daam hubungan antara manusia dan lingkungan yang
 tidak dapat di pisahkan. Perubahan proses kehidupan ini terjadi secara terus-menerus karena adanya intraksi manusia dengan lingkungan yang saling mempengaruhi.
2.      Prinsif resonansi
Yaitu prinsif bahwa proses kehidupan manusia selalu berirama dan frekuensinya berpariasi, mengingat manusia memiliki pengalaman beradaptasi dengan lingkungan.
3.      Prinsif helicy
Yaitu prinsif bahwa setiap perubahan dalam proses kehidupan manusia dengan lingkungan.

Askeb pada ibu hamil trimester III normal

ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL TRIMESTER III NORMAL
PADA NY.D UMUR 34 TAHUN G1P0A0AH0 UK : 38 MINGGU
DI BPM YANTI SULASTRI Amd.keb, Bantul

No. Register                                                    : -
Masuk RS/PKM/BPM Tanggal/Pukul            : 23-05-2016 / 11.00
Dirawat di ruang                                             : Ruang periksa

I.         PENGKAJIAN DATA, Tanggal/Pukul : 23-05–2016 /13.00Oleh :
A.      Biodata                   Ibu                                                     Suami
1.         Nama                        :Ny. D                                                 Tn.A
2.         Umur             : 34 tahun                                             34 tahun
3.         Agama          : Islam                                                              Islam             
4.         Suku/bangsa  : Padang/Indonesia                             Jawa/Indonesia
5.         Pendidikan    : Perguruan tinggi                                SMP
6.         Pekerjaan      : Ibu Rumah Tangga                           Wiraswasta
7.         Alamat          : karang ploso sitimulyo, piyungan , Bantul

B.       Data Subjektif
1.         Alasan datang/dirawat
       Ibu menagtakan ingin memeriksakan kehamilannya
2.         Keluhan utama
              Ibu mengatakan mengalami keluar lendir darah pada jalan lahir

3.         Riwayat menstruasi
Menarche      : 13 tahun                    Siklus              : 30 hari
Lama             : 5-6 tahun                   Teratur             : teratur
Sifat darah    : cair                            Keluhan           : tidak ada

4.         Riwayat perkawinan
Status perkawinan    : syah               Menikah ke     : 1 (satu )
Lama                         : 1 tahun          Usia menikah pertama kali      :  33 tahun

5.         Riwayat obstetrik : G1 P0 A0 Ah0
ibu mengatakan ini kehamilan pertama

6.         Riwayat kontrasepsi yang digunakan
                  ibu mengatakan belum pernah menggunakan alat kontrasepsi
                                    
7.         Riwayat Kehamilan Sekarang
a.  HPM : 25 agustus 2015                                                  
b.  ANC pertama umur kehamilan    : 9+4minggu
c.  Kunjungan ANC
Trimester I 
Frekuensi  : 2 kali
             Keluhan    :malas makan , mual , kadang kencing                       
             Komplikasi: Tidak ada
             Terapi       : asam folat , B6 , vitamin , kalsium
             Trimester II
Frekuensi  : 1 kali
             Keluhan    : malas makan
             Komplikasi: Tidak ada
             Terapi       : Etabion , kalk , B6
Trimester III
 Frekuensi : 5 kali
             Keluhan    :selangkangan jamuran gatal , nafsu makan turun , pinggang sakit
             Komplikasi:. Tidak ada
             Terapi       : suprabion , likokalk
d.  Imunisasi TT : 3 kali                    
TT 1 :  SD
TT 2 : SD
TT 3 : juni 2015
TT 4 : -
TT 5 : -
e.  Pergerakan janin selama 24 jam(dalam sehari)
ibu mengatakan sudah merasakan gerakan janin lebih dari 10kali selama 24 jam selama 1 hari
8.         Riwayat kesehatan
a.    Penyakit yang pernah/sedang diderita (menular, menurun dan menahun)
Ibu mengatakan tidak pernah/sedang menderita penyakit menular (tbc, hepatitis, pms) menurun (asma, hipertensi, DM) menahun (jantung ginjal dan paru-paru).

b.    Penyakit yang pernah/sedang diderita keluarga (menular, menurun dan menahun)
Ibu mengatakan keluarganya ataupun keluarga pihak suami tidak pernah/sedang menderita penyakit menular (tbc, hepatitis, pms) menurun (asma, hipertensi, DM) menahun (jantung ginjal dan paru-paru).
c.    Riwayat keturunan kembar
Ibu mengatakan tidak mempunyai keturunan kembar baik dari pihak ibu maupun suami.
d.   Riwayat operasi
Ibu mengatakan tidak pernah operasi.
e.    Riwayat alergi obat
Ibu mengatakan tidak mempunyai alergi obat apapun.


9.         Pola pemenuhan kebutuhan
Sebelum hamil                                                          Saat hamil
a.    Nutrisi
Makan                                                                 
Frekuensi              : 3 x/hari                                  3-4 x/hari
Jenis                     : nasi, sayur, lauk-pauk            nasi, sayur, lauk-pauk
Porsi                     : 1  porsi                                  1 ½ porsi
Pantangan                        : Tidak Ada                             Tidak Ada
Keluhan                : Tidak Ada                             Tidak Ada
Minum
Frekuensi              : 5-7 x/hari                               8-9 x/hari
Jenis                     : air putih, jus, susu                 air putih, susu
Porsi                     : 1 gelas                                   1 gelas
Pantangan                        : Tidak Ada                             Tidak Ada
Keluhan                : Tidak Ada                             Tidak Ada

b.    Eliminasi
BAB                                                                    
Frekuensi              : 2 x/hari                                  1 x/hari
Warna                   : kuning                                   kuning kecoklatan
Konsistensi           : lunak                                     lunak
Keluhan                : Tidak Ada                             Tidak Ada
BAK                                                                   
Frekuensi              : .6-7 x/hari                              7-8 x/hari
Warna                   : kuning jernih                         kuning jernih
Konsistensi           : cair                                        cair
Keluhan                : Tidak Ada                             Tidak Ada

c.    Istirahat
Tidur siang                                                          
Lama                    : 1 jam/hari                              1 jam/hari       
Keluhan                : Tidak Ada                             Tidak Ada
Tidur malam                    
Lama                    : 10 jam/hari                            9 jam/hari       
Keluhan                : Tidak Ada                             Tidak Ada

d.   Personal Hygiene
Mandi                   : 2 x/hari                                  2 x/hari                                   
Ganti pakaian       : 2 x/hari                                  2 x/hari
Gosok gigi            : 2 x/hari                                  2 x/hari                                   
Keramas               : 3 x/minggu                            3 x/minggu

e.    Pola seksualitas
Frekuensi              : 3 x/minggu                            1 x/minggu
Keluhan                : Tidak Ada                             Tidak Ada
                       
f.     Pola aktivitas (terkait kegiatan fisik, olah raga)
Ibu mengatakan hanya mengerjakan pekerjaan rumah tangga (ngepel, cuci baju, menyapu) dan jarang melakukan olahraga.


10.     Kebiasaan yang mengganggu kesehatan (merokok, minum jamu, minuman beralkohol)
Ibu mengatakan tidak pernah melakukan kebiasaan yang mengganggu kesehatan seperti (merokok, minum jamu, minuman beralkohol).

11.     Data psikososial, spiritual dan ekonomi (penerimaan ibu/suami/keluarga terhadap kelahiran, dukungan keluarga, hubungan dengan suami/keluarga/tetangga, perawatan bayi, kegiatan ibadah, kegiatan sosial, keadaan ekonomi keluarga
Ibu mengatakan ibu, suami, keluarga sangat senang dengan kehamilannya.
Ibu mengatakan berhubungan baik dengan lingkungannya.
Ibu mengatakan beragama islam dan rajin beribadah.
Ibu mengatakan berencana melahirkan di BPS dan ditolong oleh bidan.
Ibu mengatakan berencana merawat bayinya sendiri dan akan memepersiapkan pemberian asi ekslusif.
Ibu mengatakan ibu dan suami sudah mempersiapkan dana untuk persiapan persalianan.

12.     Pengetahuan ibu (tentang kehamilan, persalinan, nifas)
Ibu mengatakan mengetahui tentang kehamilan.
Ibu mengatakan belum mengetahui tanda-tanda persalianan.
Ibu mengatakan belum mengetahui tentang nifas.

13.     Lingkungan yang berpengaruh (sekitar rumah dan hewan peliharaan)
Ibu mengatakan lingkungan disekitar rumah bersih dan ibu mengatakan tidak mempunyai hewan peliharaan apapun.


C.       Data Objektif
1.         Pemeriksaan umum
Keadaan umum         : baik  
Kesadaran                 : composmentis
Status emosional       : stabil
Tanda vital                :
Tekanan darah          :110/70 mmHg            Nadi    : 81 x/menit
Pernafasan                : 21 x/menit                 Suhu    : 37,2 x/menit
BB                            : 61 kg                         TB       : 159 cm
          
2.         Pemeriksaan Fisik
Kepala           : Bentuk : Mesocephal, tidak ada masa/benjolan, tidak ada nyeri tekan,
                        Warna kulit : Cokelat Bersih
                        Rambut : Lurus, tidak berbau, hitam
Wajah            : Bentuk : simetris Cloasma Gravidarum : Tidak ada
                        Oedem : Tidak ada                          
Mata              : Simetris, Konjungtiva merah muda, sklera putih bersih tidak ikterik
Hidung          : Bersih, tidak ada polip, tidak ada infeksi.
Mulut            : Bibir lembab, gigi tidak caries, tidak ada pendarahan dan
           pembengkakan gusi, lidah bersih.
Telinga          : Tidak ada tanda-tanda infeksi, tidak ada serumen, pendengaran baik.
Leher             : Tidak ada pembesaran kelenjar tiroid, tidak ada pembesaran kelenjar
           limfe, tidak ada pembesaran vena jugularis.
Dada             : Tidak ada mengi, tidak ada retraksi dinding dada.
Payudara       : Simetris, terdapat hiperpigmentasi areola mammae, puting susu
                     menonjol, terdapat colostrum.
Abdomen      : Tidak ada bekas operasi, tidak ada bekas garukan, terdapat striae
                     gravidarum dan linea nigra.

Palpasi
Leopold I      : TFU 3 jari dibawah px, pada fundus teraba satu bagian bulat, lunak,
                     Tidak melenting (bokong).
Leopold II    : Bagian kanan teraba punggung, bagian kiri teraba kecil-kecil
                     (ekstremitas).
Leopold III   : Bagian terendah janin teraba satu bagian bulat, keras melenting
                     (kepala).
Leopold IV   : Kedua tangan tidak bertemu (divergen) janin telah masuk panggul.

Osborn test   : Tidak dilakukan.
Pemeriksaan Mc. Donald
TFU              : 28 cm (28-11)x155                TBJ      : 2.635 gram
Auskultasi
Djj                 : 140 x/menit

Ekstremitas Atas       : Simetris, tidak ada sianosis, tidak ada odema, gerakan aktif.
Ekstremitas Bawah   : Simetris, tidak ada sianosis, tidak ada odema, gerakan aktif.
Genetalia luar            : Tidak ada odema, tidak ada pembesaran kelenjar bartolini,
                                Anus tidak haemoroid.
Pemeriksaan panggul: Tidak dilakuan.
       (bila perlu)                  

3.         Pemeriksaan penunjang        Tgl       : ....................... Pukul : .........WIB
Tidak dilakukan

4.         Data penunjang
Gol. Darah : A


II.           INTERPRETASI DATA
A.    Diagnosa kebidanan
Ny. Dewi umur 34 tahun G1P0A0Ah0 umur kehamilan 38 minggu pada trimester 3 normal.

Data Dasar:
DS : Ibu mengatakan berusia 34 tahun.
       Ibu mengatakan ini kehamilan pertama.
       Ibu mengatakan mengalami keluar lendir pada jalan lahir.
DO : Keadaan Umum       : Baik
        Tekanan darah           : 110/70 mmHg
         Pernapasan               : 21 x/menit
         Nadi                         : 81 x/menit
         Suhu                         : 37,20C
        BB/TB                       : 61 kg / 159 cm

B.     Masalah
Keluar lendir darah pada jalan lahir.

Data Dasar:
Ibu mengatakan mengalami keluar lendir darah pada jalan lahir.

III.        IDENTIFIKASI DAN ANTISIPASI DIAGNOSA POTENSIAL
Tidak ada.

IV.        TINDAKAN SEGERA
A.       Mandiri
Tidak ada.
B.        Kolaborasi
Tidak ada.
C.        Merujuk
 Tidak ada.

V.           PERENCANAAN        Tanggal : 23 Mei 2016            Pukul : 13.02 WIB
1.      Beritahu Ibu kondisi ibu dan janinnya berdasarkan hasil pemeriksaan.
2.      Beritahu Ibu tentang keluhan yang dirasakan normal.
3.      Beritahu Ibu tentang tanda-tanda persalinan dan persiapan persalinan.
4.      Berikan Ibu tablet Fe dan kalsium.
5.      Anjurkan Ibu untuk kunjungan ulang 1 minggu lagi atau jika ada keluhan.
6.      Dokumentasi hasil tindakan yang dilakukan.
VI.        PELAKSANAAN        Tanggal: 23 Mei 2016              Pukul : 13.04 WIB
1.      Memberitahu Ibu berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan kondisi ibu dan janinnya sangat baik.
2.      Memberitahukan Ibu bahwa keluar lendir darah pada vagina/jalan lahir adalah normal. Keluar lendir darah disebabkan terlepasnya sumbatan tebal pada lendir rahim yang menandakan tela terjadi dilatasi (pembukaan) dan penipisan leher rahim.
3.      Memberitahu Ibu tentang tanda-tanda persalinan yaitu :
-                                                               Kenceng-kenceng teratur pada perut semakin lama semakin sakit.
-                                                               Keluarnya lendir darah dari jalan lahir.
-                                                               Keluarnya air ketuban.
Memberitahu Ibu jika terdapat tanda-tanda persalinan seperti yang disebutkan, meminta ibu segera datang ke BPS atau petugas kesehatan terdekat dengan persiapan persalinan, seperti baju ibu dan baju bayinya.
4.      Memberikan Ibu tablet Fe dan kalsium seperti biasanya. Tablet Fe (zat besi) sebanyak 10 tablet diminum 1x1 pada pagi hari untuk kesehatan tulang ibu.
5.      Menganjurkan ibu untuk melakukan kunjungan ulang 1 minggu lagi atau jika ibu ada keluhan.
6.      Mendokumentasikan hasil kegiatan yang dilakukan.

VII.     EVALUASI                  Tanggal : 23 Mei 2016  Pukul : 13.06 WIB
1.      Ibu senang karena keadaannya dan janinnya sehat.
2.      Ibu sudah mengerti bahwa keluar lendir darah pada jalan lahir adalah normal dan merupakan penanda bahwa terjai pembukaan.
3.      Ibu sudah tahu dan mengerti tanda-tanda persalinan.
4.      Ibu sudah diberikan tablet Fe dan kalsium dan diminum seperti biasanya.
5.      Ibu bersedia datang kunjungan ulang 1 minggu lagi atau jika terdapat keluhan seperti biasanya.
6.      Hasil tindakan sudah didokumentasikan.